Jumat, 21 September 2012

Cara Kerja Keyboard Infrared



            Dengan semakin berkembangnya teknologi, baru-baru ini telah muncul suatu perangkat praktis untuk pelengkap komputer, yaitu keyboard infrared atau keyboard virtual. Dengan hadirnya perangkat ini semakin memudahkan pengguna dalam berinteraksi dengan komputer.Diantara kemudahan yang didapat pengguna adalah pengguna tidak lagi repot-repot membawa perangkat kumpulan tuts tersebut kemana-mana.

            Pengertian keyboard virtual adalah salah satu fitur untuk program komputer atau program itu sendiri yang dapat berperan virtual sebagai kontrol, dengan beberapa tombol atau tuts yang ada pada keyboard biasa. Perlu diketahui bahwa dalam dunia PC dekstop, proram windows XP, keyboard virtual atau yang disebut juga On-Screen Keyboard, bekerja secara virtual bukan hanya  sebagai keyboard, melainkan juga sebagai mouse.

            Manfaat yang dapat dirasakan pengguna dalam menggunakan keyboard virtual ini sangat banyak. Diantaranya adalah pengguna keyboard virtual ini sangat ideal untuk digunakan di luar angkasa. Sensor akan terbaca via infra merah, sesuai dengan apa yang kita ketik pada keyboard tersebut. Selain itu, keyboard virtal ini bisa disambungkan dan digunakan melalui PDA, saluran telepon, laptop, PC, tablet, pelengkap peralatan di luar angkasa, untuk daerah industri, dalam kendaraan, baik udara, air, maupun darat. Produk ini juga lebih steril dibandingkan penggunaan keyboard manual.

Sedangkan cara kerja keyboard virtual tersebut adalah:
  •  Sinar laser akan menampilkan bentuk keyboard sesuai dengan level permukaan yang dibiaskan.
  •  Bias infra merah yang transparan akan diproyeksikan menjasi keyboard virtual.
  • Pengetiakan yang dihasilkan melalui jari, akan menimbulkan key-stroke. Penekanan oleh jari inilah yang menyebabkan pertemuan antara pancaran dan sinar infra merah secara bersamaan, yang menghasilkan refleksi lansung ke proyekotor.
  • Refleksi infra merah akan melewati penyaring infra menuju kamera.
  • Kamera lantas mengambil gambar sesuai dengan penangkapan dari infra merah.
  • Chip dari sensor akan memperbaiki letak pancaran infra merah yang rusak, kemudian menerjemahkannya dalam kordinat.
  • Karakter-karakter yang tercipta akan tampil pada layar, dengan menggunakan koordinat yang diterima secara wirelessly atau tanpa kabel. 

Kamis, 20 September 2012

Pengertian Circuit Swithching dan Packet Switching

A.    Circuit Switching

            Circuit switching merupakan metodologi penerapan jaringan telekomunikasi di mana dua node jaringan membentuk suatu saluran komunikasi khusus (sirkuit) melalui jaringan sebelum node dapat berkomunikasi. Rangkaian menjamin bandwidth penuh dari saluran dan tetap terhubung selama sesi komunikasi. Fungsi sirkuit seolah-olah node secara fisik terhubung sebagai dengan sebuah rangkaian listrik.

            Contoh mendefinisikan jaringan circuit-switched adalah jaringan telepon analog awal. Ketika panggilan dilakukan dari satu telepon ke yang lain, switch dalam pertukaran telepon membuat sirkuit kawat terus menerus antara kedua telepon, selama panggilan berlangsung.

            Circuit switching berbeda dengan packet switching yang membagi data yang akan ditransmisikan menjadi paket-paket ditransmisikan melalui jaringan secara mandiri. Packet switching yang saham bandwidth jaringan yang tersedia antara sesi komunikasi.

            Dalam circuit switching, penundaan bit konstan saat sambungan berlangsung, karena bertentangan dengan packet switching, di mana antrian paket dapat menyebabkan berbagai penundaan paket transfer. Setiap sirkuit tidak dapat digunakan oleh penelepon lain sampai sirkuit dilepaskan dan koneksi baru sudah diatur. Bahkan jika tidak ada komunikasi yang sebenarnya mulai terjadi, saluran tersebut tetap tersedia untuk pengguna lain. Saluran yang tersedia untuk panggilan baru dikatakan menganggur.

            Virtual sirkuit switching adalah teknologi packet switching yang mengemulasi circuit switching, dalam arti bahwa sambungan dibuat sebelum paket yang ditransfer, dan paket yang dikirimkan secara berurutan.

B.    Packet Switching

            Packet switching adalah jaringan metode komunikasi digital yang kelompok semua data yang ditransmisikan – terlepas dari konten, tipe struktur, atau – menjadi blok-blok berukuran yang sesuai, yang disebut paket. Packet switching fitur pengiriman variabel-bit-rate data stream (urutan paket) melalui jaringan bersama. Ketika melintasi adapter jaringan, switch, router dan node jaringan lainnya, paket buffer dan antri, mengakibatkan penundaan variabel dan throughput tergantung pada beban lalu lintas dalam jaringan.
            Packet switching yang berbeda dengan paradigma lain jaringan utama, rangkaian switching, sebuah metode yang menyiapkan sejumlah koneksi dedicated dari bit rate konstan dan penundaan konstan antara node untuk penggunaan eksklusif selama sesi komunikasi. Dalam hal biaya lalu lintas (sebagai lawan flat rate), misalnya dalam layanan komunikasi selular, switching sirkuit ini ditandai dengan biaya per satuan waktu dari waktu koneksi, bahkan ketika ada data yang ditransfer, sedangkan packet switching dicirikan dengan biaya per unit informasi.

            Dua mode paket switching yang utama ada; (1) packet switching connectionless, juga dikenal sebagai datagram switching, dan (2) beralih berorientasi koneksi paket, juga dikenal sebagai switching sirkuit virtual. Dalam kasus pertama masing-masing paket mencakup informasi pengalamatan atau routing yang lengkap. Paket-paket yang diarahkan secara individual, sehingga menyebabkan berbagai jalan yang berbeda dan out-of-order pengiriman. Dalam kasus kedua koneksi didefinisikan dan preallocated di setiap node yang terlibat selama fase koneksi sebelum semua paket ditransfer. Paket termasuk pengenal koneksi ketimbang informasi alamat, dan disampaikan dalam rangka. Lihat di bawah.

C.    Perbedaan Circuit Switching & Packet Switching

Circuit switching
  • Tergantung pada path transmisi
  • Transmisi data secara kontinu
  • Interaksi yang cukup cepat
  • Message-message tidak disimpan
  • Path dibentuk untuk seluruh percakapan
  • Delayy setup panggilan; delay transmisi diabaikan
  • Sinyal sibuk bila party yang dipanggil sibuk
  • Kelebihan beban mungkin memblok setup panggilan; tidak ada delay untuk pembentukan panggilan-panggilan
  • Elektromekanikal atau komputerisasi switching node
  • Pemakai bertanggung jawab untuk kehilangan proteksi message
  • Biasanya tidak ada konversi kecepatan atau kode
  • Bandwidth transmisi yang tetap
  • Tidak ada kelebihan bit-bit setelah setup panggilan
  Packet switching
  • Tidak tergantung
  • Transmisi paket-paket
  • Idem
  • Paket-paket mungkin disimpan sampai dikirim
  • Rute terbentuk untuk tiap paket
  • Delay transmisi paket
  • Pengirim mungkin memberitahukan jika paket tidak dikirimkan
  • Kelebihan beban meningkatkan delay paket
  • Small switching node
  • Jaringan mungkin bertanggung jawab untuk paket-paket individu
  • Ada
  • Pemakaian bandwidth yang dinamis
  • Kelebihan bit-bit dalam tiap message

Kamis, 12 Juli 2012

Redefinisi Smartphone Ala NFC

NFC berpotensi menjadikan smartphone sebagai peranti identitas elektronik bagi penggunanya, sekaligus memberi nama baru pada istilah “smartphone”

            Definisi smartphone mungkin diperbarui. Penyebabnya adalah teknologi transfer data bernama Near Filed Communication (NFC) yang diprediksi akan menjadi tren pada tahun ini. NFC disebut-sebut sebagai solusi dari masalah sistem pembayaran mobile. Lebih jauh, NFC juga bisa menjadi penanda identitas bagi pemilik smartphone di masa depan.

            Pada ajang Mobile World Congress (MWC) yang berlangsung di Barcelona, Spanyol, 27 Februari sampai 1 maret lalu, NFC menjadi salah satu teknologi yang mendapat banyak sorotan dari pengamat teknologi maupun pengunjung. Antusiasme tampak bukan hanya dari para produsen ponsel yang meluncurkan produk smartphone terbaru mereka yang dilengkapi chip NFC, tetapi juga bisa dilihat dari kehadiran institusi keuangan besar, seperti Visa, MasterCard, dan Wastern Union. Ketiga institusi keuangan itu menyatakan siap menjalin kerja sama dengan industri telekomunikasi dalam mendukung pengembangan mobile money.

            Sepanjang perhelatan MWC produsen ponsel besar, seperti Samsung, LG, Nokia, HTC, Huawei, ZTE, dan Acer memperkenalkan generasi terbaru smartphone mereka yang dilengkapi dengan chip NFC. Samsung menawarkan dua smartphone Android dengan harga relatif terjangkau yang dilengkapi opsi chip NFC, yaitu Samsung Galaxy Ace 2 dan Samsung Galaxy Mini 2. Nokia 808 PureView yang berhasil menyedot perhatian dengan kamera beresolusi 41 megapikselnya, ternyata juga sudah dibenamkan chip NFC. Sementara, HTC mengusung produk flag-ship-nya HTC One X sebagai smartphone NFC. LG Optimus 4x HD,Huawei Ascend D Quad, ZTE PF200, dan Acer Liquid Glow adalah smartphone yang juga sudah dilengkapi dengan chip NFC, baik secara personal maupun sebagai feature standar.

            Melihat fenomena itu, tidak berlebihan kiranya apabila Tiger-spike sebuah perusahaan teknologi global yang mengembangkan media personal digital, menyebut NFC sebagai salah satu tren penting di MWC 2012. Menurut Alex Burke, managing director  Tigerspike untuk kawasan Asia Pasifik, tahun ini akan menjadi momentum penting bagi NFC. Ketersediaan perangkat NFC di negara-negara berkembang pada tahun ini akan menjadi indikator penting yang menunjukkan bahwa teknologi ini telah siap untuk diadopsi konsumen secara massal. Selain itu, jumlah transaksi pembayaran menggunakan smartphone NFC yang diprediksi mencapai $50 miliar pada tahun 2015 juga menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan aplikasi maupun pasar smartphone NFC.

            Bagi sebagian pengguna ponsel di Indonesia. NFC masih menjadi “makhluk” asing. Keberadaan teknologi ini belum banyak diketahui padahal pengembangannya sudah dilakukan sejak lama. Pada dasarnya, NFC adalah sebuah teknologi konektivitas nirkabel (wireless) yang menggunkan induksi medan magnet agar bisa saling terhubung melalui gelombang radio. Teknologi yang digunakan NFC berbasis teknologi Radio Frequency Identification (RFID) yang pertama kali dikembangkan pada tahun 1983.

            Dalam perkembangannya, beberapa produsen perangkat elektronik melihat peluang untuk mengimplementasikan RFID ke berbagai perangkat elektronik, termasuk ponsel. Maka tiga produsen elektronik besar, yaitu Nokia, Philips, dan Sony sepakat untuk membentuk NFC Forum pada tahun 2004. Forum ini bertujuan untuk mempromosikan implementasi dan standarisai teknologi NFC dan memastikan interoperabilitas antara perangkat dan layanan dengan cara yang intuitif. NFC forum yakin bahwa interaksi berbasis sentuhan di antara perangkat elektronik, piranti mobile, komputer dan smart objects lainnya akan menjadi solusi yang populer di gunakan dalam berbagai bidang. Sampai saat ini, sudah 135 perusahaan yang menjadi anggota NFC forum.

           

            









Nokia 6131, ponsel NFC pertama di dunia sedang berinteraksi dengan smartPoster


              Pada tahun 2006, nokia merilis ponsel pertama di dunia, yaitu Nokia 6131. Pada tahun ini pula NFC forum memperkenalkan spesifikasi NFC tag dan smartposter pertama untuk mendemonstrasikan cara kerja ponsel NFC. Nokia 6131 sukses menarik perhatian ketika diperkenalkan kepada publik diajang Consumer Electronics Show (CES) 2007 di Las Vega, Amerika Serikat. Ponsel itu berhasil menunjukkan kemampuannya membaca data yang terdapat pada kartu nama ber-chip NFC dan mendownload data dari sebuah kios ber-chip NFC. 

            Seperti halnya perangkat yang menggunakan chip RFID, ponsel NFC hanya bisa berkomunikasi dengan perangkat lain yang juga memiliki chip NFC dalam jarak dekat, sekitar empat sentimeter . Ketika perangkat ber-chip NFC berada berada dalam jarak ini, terjadi sebuah induksi yang menimbulkan arus listrik. Selanjutnya, kedua chip NFC saling berkomunikasi melalui gelombang radio. Sedikit berbeda dengan RFID, chip NFC dapat melakukan komunikasi secara aktif di anatara dua perangkat yang menggunakannya. Hal ini memungkinkan pengguna ponsel NFC untuk melakukan konfirmasi sebelum proses pertukaran data diantara dua perangkat terjadi.

Bukan hanya pembayaran mobile

            Kehadiran NFC membuka banyak kemungkinan. Teknologi ini dapat dimanfaatkan di berbagai bidang dan menjadi solusi yang nyaman digunakan karena pengguna cukup men-tap perangkat NFC, smartphone misalnya, dalam pengoperasiannya. Menurut NFC Forum, teknologi ini bisa menjadi solusi di bidang pembayaran, transportasi, akses kontrol, kesehatan, dan lain-lain. Forum ini juga sedang berupaya untuk  mempromosikan potensi perangkat NFC untuk digunakan sebagai dokumen identitas elektronik di masa depan.
            Akan tetapi, dari berbagai potensi pengaplikasian NFC, fungsi yang populer dan berkembang pesat adalah sebagai alat pembayaran mobile. Sekurangnya ada 20 negara di seluruh dunia yang memanfaatkan NFC sebagai alat pembayaran mobile, diantaranya Singapura, Thailand, Korea Selatan, Cina, Australia, Amerika Serikat, Kanada dan Inggris. Jumlah itu masih akan terus bertambah di tahun-tahun mendatang karena menurut penelitian yang dilakukan Visa Internasional, perusahaan kartu kredit terbesar di dunia, sebanyak 89 persen pengguna ponsel yang pernah menggunkan layanan pembayaran mobile menyukai kenyamanan metode pembayaran tersebut.

            Besarnya potensi NFC sebagai pembayaran mobile mendorong Google untuk meluncurkan aplikasi Google Wallet pada 19 september 2011. Google Wallet adalah sebuah sistem pembayaran mobile yang memungkinkan penggunanya untuk menyimpan informasi kartu kredit ataupun kupon diskon ke dalam sebuah dompet virtual di smartphone Android. Untuk melakukan pembayaran ataupun menukarkan kupon diskon, pengguna cukup men-tap smartphone NFC ke perangkat pembacanya. Apabila di suatu merchant sedang ada program diskon ataupun penawaran khusus, aplikasi ini pun segera memberikan informasi dan menyesuaikan nilai transaksinya. Namun hingga saat ini, Google Wallet baru tersedia di Amerika Serikat.

            Para pengguna smartphone NFC di Indonesia masih harus menunggu beberapa tahuntahun lagi untuk bisa menikmati layanan pembayaran mobile atau bahkan Google Wallet. Namun bukan berarti belum ada inovasi yang mulai memanfaatkan teknologi NFC. inTouch Innovate Indonesia baru-baru ini merilis sebuah aplikasi berbasis NFC yang fungsinya mirip dengan pembayaran mobile. Perusahaan ini bekerja sama dengan Indosat mengembagkan aplikasi penukaran poin Indosat mengembagkan dengan menggunakan smartphone BlackBerry ber-chip NFC. Aplikasi ini memungkinkan pelanggan untuk melakukan registrasi, memeriksa jumlah poin yang dimiliki, dan menukarkannya di merchent-merchent yang menjadi mitra Indosat untuk program ini. Menurut Managing Director inTouch, Kendro Hendra, aplikasi penukaran poin ini merupakan langkah awal menuju layanan pembayaran mobile menggunakan NFC.

            Inovasi lain yang tidak kalah menarik dibuat Agate Studio, perusahaan pengembang game di Bandung. Agate memperkenalkan NFC melalui sebuah game bsdminton bernama Smash mania. Game ini melibatkan dua orang pemain yang menggunkan smartphone Nokia yang terhubung melaui NFC sehingga mereka tampak seperti sedang bermain badminton sungguhan. Shieny Aprillia, CEO Agate Atudio, mengemukakan alasan perusahaannya mengembangkan game berbasis NFC,”Kami melihat NFC sebagai sebuah teknologi yang potensinya besar dan membuka berbagai kemungkinan baru dalam pengembangan game”. Selain itu, lanjutnya, NFC juga membuat kegiatan bermain game menjadi lebih mudah, seperti mengaktifkan feature multi player, pembelian konten baru, dan masih banyak lagi.


Rabu, 09 Mei 2012

Contoh Circular Linked List

#include <stdio.h>
#include <stdlib.h>
#include <conio.h>


struct node{
        int data;
        struct node *next;       
};

typedef struct node node;

node *pList = NULL;

node *alokasiNodeBaru(){
  node *pNew = NULL;
  pNew = (node *) malloc(sizeof(node));
  return(pNew);
}


void tambahAwal(node *pNew){
     node *temp;
     if(pList == NULL){
              pNew->next = pNew;
              pList = pNew;
     }
     else{
              //cari node yang menunjuk ke pList
              temp = pList;
              while(temp->next != pList){
                    temp = temp->next;          
              }
             
              temp->next = pNew;
              pNew->next = pList;
              pList = pNew;  
     }
}



void cetak(){
     node *pWalker = pList;
     node *pNext = NULL;
     while(pNext != pList){
         printf("pWalker = %d, ", pWalker->data);
         pNext = pWalker->next;
         pWalker = pNext;
         printf("pWalker->next = %d \n", pWalker->data);         
     }

}


void tambahTengah(node *pNew){
     node *pWalker;
     pWalker=pList;
     int nilai,sisip;
     printf("masukkan nilai yang ingin ditambahkan: "); scanf("%d",&nilai);
     pNew->data = nilai;
     cetak();
     printf("data disisipkan setelah nilai : "); scanf("%d",&sisip);
     while(pWalker!=NULL && pWalker->data!=sisip){
                         pWalker=pWalker->next; }
                      
     if(pWalker->next==pList) printf("\ndata tidak ditemukan");
     else {pNew->next=pWalker->next;
           pWalker->next=pNew; }
     cetak();

}

void tambahAkhir(node *pNew){
     node *pPre;
     pPre=pList;
     int nilai;
     printf("masukkan nilai yang ingin ditambahkan: "); scanf("%d",&nilai);
     pNew->data = nilai;
     while(pPre->next!=pList){
                         pPre=pPre->next; }
     pNew->next=pList;
     pPre->next=pNew;
                            
}

void hapusAwal(){
     node *pEnd, *pHapus;
     pEnd=pList;
     pHapus=pList;
     while(pEnd->next!=pList){
                              pEnd=pEnd->next;}
     pEnd->next=pHapus->next;
     pList=pList->next;
     free(pHapus);
}

void hapusTengah(){
     node *pCari,*pPre;int hapus;
     pPre=pList;
     pCari=pList;
     cetak();
     printf("masukkan bilangan yang ingin dihapus: "); scanf("%d",&hapus);
     while(pCari->data!=hapus){
                               pCari=pCari->next; }
     while(pPre->next!=pCari){
                              pPre=pPre->next;}
     pPre->next=pCari->next;
     free(pCari);
    
}

void hapusAkhir(){
     node *pEnd,*pPre;
     pEnd=pList;
     pPre=pList;
     while(pEnd->next!=pList){
                              pEnd=pEnd->next;}
     while(pPre->next!=pEnd){
                             pPre=pPre->next;}
     pPre->next=pList;
     free(pEnd);
}
    
    
int main(int argc, char *argv[])
{
  node *pNew; int pilih,bil;
  do{system("cls");
   printf("----------MENU-----------");
    printf("\n1.tambah awal");
    printf("\n2.tambah tengah");
    printf("\n3.tambah akhir");
    printf("\n4.hapus awal ");
    printf("\n5.hapus tengah");
    printf("\n6.hapus akhir");
    printf("\n7.cetak");
    printf("\n8.exit");
    printf("\npilihan : ");scanf("%d",&pilih);
   
    if(pilih==1){pNew=alokasiNodeBaru();
                 printf("masukkan bilangan: ");
                 scanf("%d",&bil);
                 pNew->data=bil;
                 tambahAwal(pNew);
                 }
    else if(pilih==2){pNew=alokasiNodeBaru();
                 tambahTengah(pNew);
                 }
    else if(pilih==3){pNew=alokasiNodeBaru();
                 tambahAkhir(pNew);
                 }
    else if(pilih==4){hapusAwal();}
    else if(pilih==5){hapusTengah();}
    else if(pilih==6){hapusAkhir();}
    else if(pilih==7){cetak();getch();}
                
                
                
}while(pilih!=8);
 
 
  /*
  cetak();
  pNew = alokasiNodeBaru();
  tambahTengah(pNew);
  */
  printf("\n");
  system("PAUSE");   
  return 0;
}